Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

Tekanan darah tinggi alias hipertensi sering diidentikkan sebagai penyakit yang hanya menyerang orang yang telah berumur. Padahal Kenyataannya tidak begitu. Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa.

Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa | Masyarakat Indonesia termasuk dalam yang rentan terkena masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bagaimana tidak, gaya hidup masyarakat yang cenderung masih kurang sehat ditambah dengan pola makan yang buruk ternyata berimbas cukup besar pada resiko terkena penyakit berbahaya ini. Bahkan, tidak hanya orang dewasa yang berpotensi terkena masalah hipertensi, kini, anak-anak juga memiliki resiko yang sama yang tentu akan sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan mereka di masa depan.

Mengutip CNN, data yang dimiliki oleh American Academy of Pediatrics menyebut banyak anak-anak hingga remaja, terdeteksi memiliki tekanan darah tidak normal. Mereka cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik >=140 mmHg atau tekanan darah diastolik >=90 mmHg.

Umumnya gejala hipertensi kerap diabaikan dan dianggap selesai hanya dengan kembali menyeimbangkan tekanan darah. Padahal dalam jangka panjang, hipertensi bisa berdampak buruk dan memicu penyakit kardiovaskular hingga kematian.

Menurut Dr. Joseph T. Flynn, seorang profesor pediatri di University of Washington, hipertensi pada anak berkaitan langsung dengan masalah berat badan. Dia menyebut anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berisiko tinggi terkena hipertensi.

Namun, lanjutnya, mekanisme fisiologis yang menyebabkan tekanan darah tinggi sangat rumit. Beberapa anak yang bahkan tak memiliki berat badan berlebih pun mungkin terserang hipertensi. Berikut ini adalah beberapa penyebab hipertensi di usia anak dan remaja :

  • Berat badan berlebih

Sebanyak 50 persen anak dan remaja yang mengalami hipertensi memiliki berat badan berlebih alias obesitas. Obesitas dapat menyebabkan timbulnya resistensi insulin atau tidak mampunya insulin untuk membantu gula darah masuk ke dalam sel tubuh. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan beberapa fungsi tubuh, seperti gangguan pembuluh darah, gangguan transportasi ion-ion antar sel dan retensi natrium atau tertahannya natrium di dalam tubuh.

Untuk mengurangi pemicu hipertensi, Anda perlu mengubah pola hidup dan pola makan anak. Kurangi asupan garam dan motivasi anak agar lebih banyak beraktivitas fisik. Hal ini terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah. (Obat Pembersih Rahim Setelah Keguguran)

  • Stres

Saat ini ada banyak hal yang bisa memungkinkan anak mengalami stres. Seperti masalah sekolah, tumpukan tugas sekolah, atau sekadar hal kecil seperti strategi untuk menyelesaikan sebuah permainan. Stres yang dialami oleh para anak dan remaja dapat menimbulkan hipertensi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh saat sedang stres.

  • Riwayat keluarga

Faktor riwayat keluarga juga menjadi pemicu anak terserang hipertensi. Anak dengan orangtua yang menderita hipertensi memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan anak dengan orangtua non-hipertensi.

  • Gaya Hidup

Pada orang dewasa, pola makan dengan mengonsumsi garam berlebih, alkohol dan merokok merupakan gaya hidup yang dapat memicu darah tinggi bahkan bisa memperparah kondisinya.

Baca Juga : Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga

Jika Anda memiliki gaya hidup yang demikian, waspadalah, karena kemungkinan Anda juga bisa menularkan pada anak dan remaja, gaya hidup pemicu hipertensi.

Oleh karenanya, jangan sesekali menyepelekan hipertensi pada anak, karena dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah seiring bertambahnya usia. Kuncinya, selalu terapkan pola hidup sehat sejak dini pada anak agar terhindar dari berbagai macam penyakit di kemudian hari.

| Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa |