Benarkah Ponsel Sebabkan Tumor Otak? Simak Faktanya Disini

Ponsel sudah menjadi kebutuhan setiap orang, namun banyak juga yang khawatir dan mempertanyakan apakah terlalu sering memakai ponsel bisa membahayakan kesehatan dan memicu tumor otak? Lantas, Benarkah Ponsel Sebabkan Tumor Otak? Simak Faktanya Disini.

Benarkah Ponsel Sebabkan Tumor Otak? Simak Faktanya Disini

Benarkah Ponsel Sebabkan Tumor Otak? Simak Faktanya Disini | Seiring berkembangnya zaman, teknologi pun juga semakin pesat. Makin banyak inovasi yang dikembangkan guna menunjang kemajuan. Dan juga untuk semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun disamping itu, kemajuan teknologi juga mendatangkan kerugian. Seperti contohnya membuat manusia menjadi lebih manja karena terlena dengan kecanggihan yang ada. Muncul juga rumor mengenai ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh teknologi.

Sebagai contoh, karena penggunaan ponsel ada rumor mengenai dampak terhadap tumor otak. Benarkah hal itu??

Ponsel memang memancarkan gelombang elektromagnetik yang termasuk dalam radiasi yang tidak baik untuk tubuh. Paparan radiasi, baik itu dari X-ray, gelombang elektromagnetik dan lainnya, termasuk bahaya karena bisa meningkatkan risiko penyakit kanker. Tapi sejauh ini, belum ada bukti bahwa radiasi dari handphone bisa menimbulkan efek yang sama.

Banyak penelitian mencoba menggali dan menemukan efek pemakaian ponsel terhadap otak, dengan banyaknya hasil, salah satu penelitian mengungkapkan bahwa radiasi ponsel menyebabkan tumor otak pada tikus. Tapi kita bukan tikus, dan efek ponsel pada manusia jelas berbeda. (Obat Sakit Kepala Berkepanjangan)

Pada kenyataannya, paparan radiasi sinar yang diterima tikus juga lebih besar dibanding ketika kita, manusia, mengalaminya di kehidupan sehari-hari. Diteliti dalam jangka waktu panjang, dua penelitian, di tahun 2011 dan 2013 mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dan tumor otak pada manusia.

Penelitian lain di tahun 2017 mengungkapkan bahwa ada hubungannya antara tumor otak dan pemakaian ponsel, tapi peneliti juga mengatakan bahwa data penelitian punya kualitas rendah sehingga tidak bisa dianggap kuat untuk mendukung pernyataan bahwa ponsel bisa menjadi penyebab tumor otak.

Jadi, untuk saat ini, sepertinya masih sangat aman membawa dan menggunakan ponsel setiap saat karena ponsel tidak menyebabkan tumor otak. Namun tetap saja, anda juga harus bijak menggunakan ponsel dan jangan berlebihan, supaya bisa meminimalisir dampak buruknya. Sekian & semoga bermanfaat.

Baca Juga : Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi

| Benarkah Ponsel Sebabkan Tumor Otak? Simak Faktanya Disini |

Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi

Sudah jamak diketahui tidur cukup mendatangkan banyak manfaat untuk tubuh. Sebaliknya, kurang tidur juga dikaitkan dengan masalah kesehatan. Yang paling baru adalah, Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi.

Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi

Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi | Sebuah studi mengungkapkan tidur kurang dari empat jam per harinya meningkatkan risiko seseorang menderita depresi. Bahkan dalam beberapa kasus dampaknya bisa lebih buruk, yakni meningkatnya risiko munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.

Peneliti dari Kangbuk Samsung Medical Center, melakukan survei pada 202.629 pekerja berusia 20-40 tahun yang datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan pada 2014. Hasil studi menunjukkan di antara mereka yang tidur empat jam atau kurang per hari, prevalensi depresi adalah 9,1 persen, atau empat kali lipatnya dibandingkan dua persen orang-orang yang tidur tujuh jam. (Obat Pelangsing Tubuh Alami)

Prevalensi kecemasan dan pikiran untuk mengakhiri hidup bagi mereka yang kurang tidur sekitar 16 persen dan 12,7 persen, lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur tujuh jam per harinya, yakni 4,3 persen dan lima persen. Tak hanya yang kurang tidur, tanda-tanda bahaya mental, meskipun pada tingkat yang lebih rendah, juga tampak pada orang-orang yang tidur lebih dari tujuh jam.

Selain itu, orang yang bekerja di lingkungan penuh tekanan sehingga membuatnya stres beresiko 1,9 kali lebih tinggi membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidup dibandingkan mereka yang tidur empat jam atau kurang dari tujuh jam.

Orang-orang mungkin merasakan tingkat kecemasan yang sama, namun, mereka yang tidur empat jam atau kurang dari itu cenderung berpikir tentang mengakhiri hidup, 2,2 kali lebih sering dibandingkan orang yang tidur tujuh jam.

Kita mungkin dapat mencegah depresi, serangan kecemasan dan bahkan pemikiran untuk mengakhiri hidup jika kita bisa menjamin para karyawan bisa tidur tujuh jam tidur setiap harinya,” ujar perwakilan Workplace Mental Health Institute, Lim Se-won, seperti dikutip Antaranews dari Kantor Berita Yonhap.

Baca Juga : Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan

| Hati-Hati, Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Kena Depresi |

Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan

Semakin banyak orang yang meninggalkan kebiasaan menulis dengan tangan karena sudah terbiasa mengetik. Meski rasanya membosankan dan bikin cepat pegal, nyatanya penelitian menyebutkan Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan.

Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan

Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan | Menulis di kertas, bukan mengetik di komputer, ternyata memperkuat daya ingat dan kemampuan memahami konsep.

Menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Psychological Science, mencatat dengan pulpen dan kertas, lebih meningkatkan kualitas belajar dibandingkan menggunakan laptop. (Obat Pereda Depresi)

Teori di atas disimpulkan oleh dua peneliti bidang psikologi, Pam Mueller dari Princeton University dan Daniel Oppenheime dari University of California, Los Angeles. Mereka merekrut sejumlah mahasiswa yang diminta untuk sama-sama mendengarkan materi kuliah yang disampaikan oleh seorang dosen di kelas. Mereka diperbolehkan menggunakan semua strategi untuk menyimpan hal-hal penting di perkuliahan.

Satu setengah jam kemudian, partisipan diuji soal materi kuliah itu Hasil studi menunjukkan, mahasiswa yang menggunakan laptop “miskin” soal ide. (Obat Pembersih Rahim)

Mahasiswa yang menggunakan laptop cenderung lebih banyak menghasilkan catatan, tapi lebih berupa menyalin persis kata demi kata (verbatim) alias “transkrip tanpa otak”. “Hal ini yang menghilangkan manfaat dari mencatat.” .

Sementara itu, mahasiswa yang menulis dengan tangan jauh lebih baik dalam kualitas belajar. Penelitian itu menunjukkan bahwa menulis merupakan strategi yang lebih baik untuk menyimpan dan mengendapkan ide dalam kurun waktu lama dibandingkan dengan mengetik.

Studi sejenis yang dipublikasikan Intech menemukan bahwa menulis dengan tangan memberikan kesempatan kepada otak untuk menerima umpan balik.

Hal tersebut tidak terjadi jika orang menggunakan papan ketik (keyboard).

Pergerakan saat menulis dengan tangan “meninggalkan memori (daya ingat) pada bagian sensormotor otak” yang membantu orang mengenal huruf dan membangun hubungan antara membaca dan menulis.

Baca Juga : Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental

| Suka Menulis Di Kertas Bisa Bantu Pertajam Ingatan |

Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental

Orangtuan saat ini harus memutar otak untuk membatasi waktu bermain anak-anak mereka didepan layar komputer atau gadget. WHO menyebutkan  bahwa Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental.

Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental

Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan kecanduan game masuk kategori penyakit mental yang sama bahayanya dengan gangguan jiwa. Seseorang bisa dikatakan kecanduan game apabila tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak bermain game, memprioritaskan bermain game ketimbang kegiatan lain, dan tetap bermain game meski sadar akan dampak negatif yang ditimbulkan.

Faktanya, kecanduan game mulai menjangkiti anak bangsa. Psikolog Klinis Kasandra Putranto mengatakan paling tidak sudah ada 20-25 kasus kecanduan game yang pernah ia tangani belakangan ini.

Dan kebanyakan mereka masih berusia di bawah 18 tahun. Mereka sudah mulai main game saat usia SD dan mengalami eskalasi saat masuk tingkat SMP dan SMA,” ungkapnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis, 21 Juni 2018.

Kasandra mengungkap rata-rata pasien yang datang padanya terkait kecanduan game sudah terlambat untuk ditangani. Mayoritas orang tua terlambat menyadari bahwa putra-putrinya mengalami adiksi terhadap game. (Obat Nyeri Sendi)

Contoh sederhana dimulai dari durasi yang semakin hari semakin lama dihabiskan anak untuk bermain game kerap diabaikan oleh orang. Atau anak lebih memprioritaskan duduk bermain game ketimbang melakukan kegiatan lain.

Dan biasanya sudah bertahun-tahun baru sadar, baru dibawa ke psikolog dan mayoritas sudah terlambat untuk ditangani,” kata dia.

Indikasi lain anak mengalami adiksi terhadap game juga terlihat saat ada perubahan perilaku, emosi, dan kehidupan sosial anak. Anak yang sudah kecanduan game cenderung mudah marah dan emosional dan yang paling kentara ketika kehidupan sosial, pendidikan, dan sosial terganggu.

Berbagai indikasi tersebut membuat Kasandra sepakat bahwa kecanduan game masuk dalam kategori gangguan mental atau perilaku. Terlebih ketika terdapat penyimpangan kondisi normal seperti perubahan perilaku hingga kehidupan sosial.

Kasandra menambahkan secara klinis memang ada perbedaan antara gangguan perkembangan dan gangguan mental. Namun ketika anak mengalami kecanduan game, yang terjadi bukanlah gangguan perkembangan melainkan gangguan mental.

Dan kecanduan game tidak termasuk gangguan perkembangan karena bukan sesuatu yang diperoleh sejak lahir melainkan ada kondisi tertentu yang menjadi sebab,” jelas dia.

Baca Juga : Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar

| Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental |

Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar

Banyak penelitian dibidang medis yang membenarkan bahwa berpikir kreatif sangat bemanfaat bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Meski begitu, ternyata Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar. Mengapa bisa begitu? Simak penjelasannya dibawah ini.

Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar

Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar | Artis, musisi, pujangga, sampai seniman selalu dihubung-hubungkan dengan pikiran kreatif. Mereka juga menandakan relasi unik antara kreativitas dengan penyakit bipolar disorder.

Beberapa studi terbaru menunjukan orang yang secara genetik cenderung memiliki gangguan bipolar lebih mungkin untuk menunjukan tingkat kreativitas yang tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak bipolar. Khususnya dibidang sendi, dimana kemampuan verbal yang kuat sangat membantu.

Beberapa orang tersebut termasuk aktris dan penyanyi Demi Lovato, aktor laga Jean-Claude Van Damme, pelukis Vincent Van Gogh, dan musikus Kurt Cobain, seperti dilansir dari Healthline, Rabu (7/12/2016).

Dalam satu studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry Open, para peneliti meneliti IQ dari hampir 2.000 anak-anak usia 8 tahun, lalu mereka dinilai lagi saat usianya sudah 22 atau 23 tahun untuk melihat sifat manik (salah satu fase bipolar).

Para peneliti menemukan, peserta yang memiliki IQ tinggi saat mereka masih anak-anak terkait dengan gejala-gejala bipolar di kemudian hari. Untuk alasan ini, para peneliti percaya fitur genetik yang terkait dengan gangguan bipolar dapat menghasilkan sifat yang menguntungkan.

Salah satu kemungkinannya, gangguan suasana hati yang serius seperti bipolar, adalah ‘harga’ yang harus dibayar manusia untuk mendapat sifat yang lebih adatif, seperti kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan verbal,” ujar pemimpin penelitian dari University of Glasgow, Daniel Smith.

Bahkan, ada penelitian lain yang juga telah menemukan hubungan antara genetika, gangguan bipolar, dan kreativitas. (Obat Perut Kembung Yang Alami)

ADA HUBUNGAN ANDA BIPOLAR DENGAN KREATIVITAS

Dalam studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, para peneliti menganalisis DNA dari lebih 86.000 orang untuk mencari gen yang meningkatkan risiko gangguan bipolar dan skizofrenia. Mereka juga melihat apakah individu tersebut bekerja atau berhubungan dengan bidang kreatif, seperti menari, akting, musik, dan menulis.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa individu yang kreatif, 25 persen lebih mungkin untuk membawa gen yang berhubungan dengan bipolar dan skizofrenia, jika dibandingkan dengan orang yang kurang kreatif.

Temuan kami menunjukkan orang-orang yang kreatif mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk berpikir secara berbeda, yang ketika dikombinasikan dengan fakor biologis atau lingkungan berbahaya lainnya, dapat menyebabkan penyakit mental,” ujar penulis utama studi tersebut dari Institute of Psychiatry, Psychology, and Neuroscience di King’s College, London, Robert A. Power.

Namun, kedua studi menegaskan, tidak semua orang dengan gangguan bipolar itu kreatif dan tidak semua orang kreatif memiliki gangguan bipolar. Namun, ada hubungan yang muncul antara gen yang menyebabkan bipolar dan kreativitas seseorang.

Baca Juga : Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D

| Orang-Orang Kreatif Lebih Mungkin Mengalami Bipolar |

Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D

Memiliki perut buncit memang tidak menyenangkan. Selain mengganggu keindahan bentuk tubuh, perut buncit juga merupakan tanda tubuh Anda menyimpan penyakit. Dan tahukah anda, Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D ? Simak penjelasannya dibawah ini.

Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D

Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D | Anda memiliki perut buncit? Kondisi ini tidak sekadar mengganggu penampilan, namun juga menyimpan berbagai macam bahaya gangguan yang mengintai kesehatan. Beberapa ancaman tersebut antara lain diabetes, hipertensi, penyakit jantung, pembuluh darah serta kanker. Selain karena pola makan yang tidak sehat, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada kemungkinan perut buncit ternyata disebabkan oleh kekurangan vitamin D.

Dilansir dari Boldsky, vitamin D memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan jantung, menguatkan tulang, sekaligus menurunkan risiko terkena kanker dan diabetes. Vitamin D juga mampu mencegah datangnya infeksi pada saluran pernapasan sekaligus mencegah penyakit autoimun. (Obat Mata Buram Herbal)

Para peneliti dari Obesity Epidemiology Study yang berarsal dari Belanda menyebutkan bahwa berdasarkan data yang diambil dari ribuan pria dan wanita berusia 45-65 tahun, dihasilkan fakta bahwa perut buncit ternyata terkait dengan kekurangan vitamin D. Fakta ini terungkap dari penelitian yang mempelajari kondisi lemak total, termasuk lemak yang ada di bawah kulit perut dan pada hati serta organ lainnya.

Bagi mereka yang mengalami perut buncit atau memiliki total lemak tubuh yang cukup tinggi, hal ini terkait dengan kurangnya vitamin D. Sementara itu, kekurangan vitamin D bagi pria berimbas pada menumpuknya lemak pada organ hati dan perut.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita rajin mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D agar bisa membuat tubuh semakin sehat sekaligus mencegah datangnya masalah perut buncit seperti kuning telur, jamur, daging ikan salmon, produk susu, dan sayuran seperti kangkung, brokoli, wortel, dan lobak.

Baca Juga : Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

| Perut Buncit Ternyata Tanda Kekurangan Vitamin D |

Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

Tekanan darah tinggi alias hipertensi sering diidentikkan sebagai penyakit yang hanya menyerang orang yang telah berumur. Padahal Kenyataannya tidak begitu. Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa.

Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa

Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa | Masyarakat Indonesia termasuk dalam yang rentan terkena masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bagaimana tidak, gaya hidup masyarakat yang cenderung masih kurang sehat ditambah dengan pola makan yang buruk ternyata berimbas cukup besar pada resiko terkena penyakit berbahaya ini. Bahkan, tidak hanya orang dewasa yang berpotensi terkena masalah hipertensi, kini, anak-anak juga memiliki resiko yang sama yang tentu akan sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan mereka di masa depan.

Mengutip CNN, data yang dimiliki oleh American Academy of Pediatrics menyebut banyak anak-anak hingga remaja, terdeteksi memiliki tekanan darah tidak normal. Mereka cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik >=140 mmHg atau tekanan darah diastolik >=90 mmHg.

Umumnya gejala hipertensi kerap diabaikan dan dianggap selesai hanya dengan kembali menyeimbangkan tekanan darah. Padahal dalam jangka panjang, hipertensi bisa berdampak buruk dan memicu penyakit kardiovaskular hingga kematian.

Menurut Dr. Joseph T. Flynn, seorang profesor pediatri di University of Washington, hipertensi pada anak berkaitan langsung dengan masalah berat badan. Dia menyebut anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berisiko tinggi terkena hipertensi.

Namun, lanjutnya, mekanisme fisiologis yang menyebabkan tekanan darah tinggi sangat rumit. Beberapa anak yang bahkan tak memiliki berat badan berlebih pun mungkin terserang hipertensi. Berikut ini adalah beberapa penyebab hipertensi di usia anak dan remaja :

  • Berat badan berlebih

Sebanyak 50 persen anak dan remaja yang mengalami hipertensi memiliki berat badan berlebih alias obesitas. Obesitas dapat menyebabkan timbulnya resistensi insulin atau tidak mampunya insulin untuk membantu gula darah masuk ke dalam sel tubuh. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan beberapa fungsi tubuh, seperti gangguan pembuluh darah, gangguan transportasi ion-ion antar sel dan retensi natrium atau tertahannya natrium di dalam tubuh.

Untuk mengurangi pemicu hipertensi, Anda perlu mengubah pola hidup dan pola makan anak. Kurangi asupan garam dan motivasi anak agar lebih banyak beraktivitas fisik. Hal ini terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah. (Obat Pembersih Rahim Setelah Keguguran)

  • Stres

Saat ini ada banyak hal yang bisa memungkinkan anak mengalami stres. Seperti masalah sekolah, tumpukan tugas sekolah, atau sekadar hal kecil seperti strategi untuk menyelesaikan sebuah permainan. Stres yang dialami oleh para anak dan remaja dapat menimbulkan hipertensi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh saat sedang stres.

  • Riwayat keluarga

Faktor riwayat keluarga juga menjadi pemicu anak terserang hipertensi. Anak dengan orangtua yang menderita hipertensi memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan anak dengan orangtua non-hipertensi.

  • Gaya Hidup

Pada orang dewasa, pola makan dengan mengonsumsi garam berlebih, alkohol dan merokok merupakan gaya hidup yang dapat memicu darah tinggi bahkan bisa memperparah kondisinya.

Baca Juga : Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga

Jika Anda memiliki gaya hidup yang demikian, waspadalah, karena kemungkinan Anda juga bisa menularkan pada anak dan remaja, gaya hidup pemicu hipertensi.

Oleh karenanya, jangan sesekali menyepelekan hipertensi pada anak, karena dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah seiring bertambahnya usia. Kuncinya, selalu terapkan pola hidup sehat sejak dini pada anak agar terhindar dari berbagai macam penyakit di kemudian hari.

| Awas, Hipertensi Tidak Hanya Menyerang Orang Dewasa |

Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga

Untuk beberapa orang, setelah olahraga bukan tubuh yang bertambah bugar tapi malah kepala yang terasa pusing setelah berolahraga. Kenapa bisa begitu? Ketahui Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga.

Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga

Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga | Merasa pusing usia berolahraga membuat Anda menjadi panik akan kesehatan. Pertanyaan selintas datang dan mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ada penyakit yang Anda derita hingga menyebabkan kepala sakit usai berolahraga? Atau latihan yang berjalan terlalu berlebihan hingga menyebabkan rasa pusing ini datang? Simak jawabannya berikut ini :

  • Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan merupakan penyebab paling umum seseorang mengalami pusing setelah berolahraga. Itu sebabnya, selalu perhatikan asupan cairan Anda sebelum, saat, dan setelah olahraga untuk mengurangi risiko dehidrasi. Semakin banyak cairan yang diminum, maka tubuh akan semakin bertenaga dan berstamina untuk melanjutkan aktivitas. Seberapa banyak air yang harus diminum ini tentu bergantung pada kebutuhan Anda. Umumnya, orang yang berkeringat lebih banyak mungkin lebih memerlukan cairan yang lebih banyak juga. (Obat Herbal Keputihan Tidak Normal)

  • Gula darah menurun drastis

Jika Anda merasa pusing, terutama saat berolahraga, berarti ini merupakan sinyal jika kadar gula darah Anda turun secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya memicu keringat dingin, gemetar, dan badan lemas. Salah satu penyebab penurunan kadar gula darah adalah saat Anda berolahraga dalam keadaan perut kosong. Nah, untuk mensiasatinya, konsumsilah makanan mengandung karbohidrat dan protein kurang lebih satu jam sebelum berolahraga. Ini akan membuat tubuh Anda berenergi sehingga kadar gula darah tetap terjaga.

  • Tekanan darah rendah

Selama berolahraga, jantung bekerja lebih keras dan memompa lebih banyak darah ke pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah melebar untuk menampung kelebihan darah tersebut. Ketika Anda berhenti berolahraga, jantung mulai berdetak normal, tapi pembuluh darah membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikannya. Nah, hal tersebut menyebabkan penurunan tekanan darah yang menyebabkan Anda merasa pusing, sakit kepala, dan lemas. (Obat Hemokromatosis)

  • Aliran oksigen ke otak berkurang

Selama olahraga, tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak dari biasanya. Nah, teknik bernapas yang kurang tepat ternyata juga bisa menyebabkan pusing saat berolahraga karena darah kekurangan kadar oksigen. Akibatnya, aliran oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan kepala pusing. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda harus menyesuaikan teknik bernapas dengan jenis olahraga serta kemampuan tubuh.

Misalnya, untuk jogging, Anda bisa menyesuaikan pola napas dengan langkah kaki. Di mana setiap empat langkah, Anda mengambil napas melalui hidung. Lalu, empat langkah selanjutnya buanglah napas melalui mulut. Biasakan menarik napas melalu hidung yang kemudian dikeluarkan secara lebih leluasa melalui mulut.

Baca Juga : Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan

| Hal Yang Bisa Menjadi Penyebab Kepala Pusing Setelah Olahraga |

Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan

Makan gorengan menjadi andalan orang Indonesia saat buka puasa. Selain mudah ditemukan, gorengan juga praktis dijadikan takjil saat berbuka. Namun dibalik kelezatannya, tersimpan dampak buruk bagi kesehatan. Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan.

Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan

Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan | Entah karena soal kepraktisan maupun selera, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih makan gorengan sebagai menu berbuka puasa. Makanan yang digoreng atau bersantan, serta makanan manis diklaim merupakan makanan yang paling enak dikonsumsi saat berbuka puasa atau sahur karena rasanya gurih dan membuat tubuh terasa segar.

Padahal, mengonsumsi makanan atau minuman manis dan gorengan secara berlebihan dapat memicu masalah berat badan naik saat puasa. Pasalnya, makanan berminyak dan bersantan rentan diolah oleh perut sehingga berujung pada timbunan lemak membandel pada tubuh.

Kandungan lemak dalam minyak yang ada pada gorengan membuat gorengan sulit dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.

Bayangkan saja, ketika perut kosong setelah puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan. Tentunya, saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut. Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain. ( Obat Ulkus Kornea )

Karena gorengan lebih lama dicerna, perut tidak cepat merasa kenyang. Akibatnya, Anda akan menambah makan gorengan lagi dan lagi dan menyebabkan terlalu banyak makan. Kadang mungkin Anda tidak sadar sudah memakan gorengan berapa buah. Setelah berhenti makan gorengan, baru Anda akan merasa perut sudah penuh dan kenyang.

Buka puasa dengan gorengan dapat menimbulakn keluhan yang dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang. Jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif, gorengan dapat merangsang asam lambung naik yang dapat menyebabkan heartburn (perasaan panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas). Kandungan lemak jenuh yang ada pada gorengan dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Selain itu, sulitnya lemak untuk dicerna dan kandungan serat yang sangat sedikit pada gorengan dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit. Beberapa dari Anda mungkin juga merasakan tenggorokan gatal setelah makan gorengan. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal. Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali.

Faktor utama penyebab gorengan tidak sehat sebenarnya terletak pada minyak goreng yang dipakai untuk menggorengnya. Dampak gorengan pada kesehatan tergantung dari jenis minyak atau lemak yang digunakan untuk menggoreng, cara menggoreng (apakah dengan cara deep fried atau pan fried), sudah berapa kali minyak dipakai untuk menggoreng (semakin sedikit dipakai semakin baik), dan berapa banyak garam yang ditambahkan pada makanan gorengan tersebut.

Dampak jangka panjang kalau sering makan gorengan

Gorengan dikenal mengandung lemak jahat bagi tubuh. Lemak trans dalam gorengan dapat meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau biasa dikenal dengan lemak jahat, dan menurunkan kadar high-density lipoprotein (HDL) atau lemak baik dalam tubuh. Lemak jenuh dan lemak trans yang ada pada gorengan dapat menumpuk dan menyebabkan pembentukan plak pada arteri di tubuh. Plak ini dapat menghambat aliran darah dan dapat berkembang menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke.

Selain penyakit jantung dan stroke, sering makan gorengan juga dapat memicu kanker. Perubahan struktur kimia pada minyak yang digoreng terjadi karena oksidasi, yang juga mengubah struktur zat gizi dalam makanan. Makanan kehilangan vitamin dan mineral ketika digoreng, dan berubah menjadi cokelat karena mineral karbon terbakar ketika memasak.

Menggoreng makanan dalam temperatur tinggi dapat memicu pembentukan sejumlah karsinogen (zat yang berhubungan dengan kanker), seperti akrilamida (ditemukan pada makanan tinggi karbohidrat yang digoreng, seperti kentang goreng), amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik (zat kimia yang terbentuk ketika daging dimasak dalam temperatur tinggi). Seringnya konsumsi makanan yang digoreng dapat memicu sel kanker berkembang dalam tubuh, terutama kanker prostat pada pria.

Baca Juga : Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk?

| Ini Akibat Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan |

Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk?

Untuk memulai hari, biasanya setiap orang memiliki pilihannya sendiri. Susu dan jus jeruk adalah dua minuman yang sering dijadikan teman sarapan. Kedua minuman ini tentu ada pro dan kontranya masing-masing. Lantas, Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk?

Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk?

Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk? | Selain memilih makanan sehat untuk sarapan, penting juga untuk menentukan minuman apa yang baik untuk dikonsumsi di pagi hari. Ada macam-macam minuman yang bisa disajikan untuk sarapan. Mulai dari kopi dan teh, susu, hingga jus jeruk. Namun buat anda yang sensitif terhadap kafein, pilihannya mungkin jatuh pada minum jeruk atau minum susu saat sarapan. Kemudian Anda mungkin bertanya-tanya, di antara minum jeruk dan minum susu, mana yang lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh?

Kebanyakan orang memilih minum susu untuk sarapan

Susu adalah sumber protein hewani yang sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di atas usia satu tahun. Pasalnya, susu adalah minuman padat gizi karena mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Segelas susu dengan berat 100 gram mengandung 61 kalori; 3,2 gram protein; 4,8 gram karbohidrat; dan 3,3 gram lemak. Saat Anda minum segelas susu, artinya Anda sudah memenuhi 20 persen kebutuhan protein dan 30 persen kebutuhan kalsium harian Anda.

Dilansir dari laman Prevention, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa orang yang minum susu di pagi hari cenderung tidak akan makan berlebihan saat makan siang. Ini karena kandungan protein dalam susu menyebabkan perut terasa kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan kalsium pada susu dapat membantu mengatur hormon yang mengendalikan berat badan.

Di samping berbagai kebaikan dalam susu, ada beberapa hal yang juga perlu Anda waspadai. Susu memiliki kandungan lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tidak hanya itu, lemak jenuh pada susu turut berkontribusi terhadap penyakit terkait obesitas, salah satunya diabetes. Maka sebaiknya minum susu secukupnya, tidak perlu berlebihan.

Bolehkah minum jeruk di pagi hari?

Minum jus jeruk adalah cara paling populer untuk mengonsumsi jeruk, sehingga banyak dipilih sebagai minuman saat sarapan. Buah jeruk mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi yang baik untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

Segelas jus jeruk dengan berat 248 gram mengandung 112 kalori; 1,7 gram protein; 0,5 gram lemak; 25,8 gram karbohidrat; dan 165 persen vitamin C. Artinya saat Anda mengonsumsi segelas jus jeruk murni (atau jeruk peras) per hari, maka kebutuhan vitamin C harian Anda sudah tercukupi.

Sama seperti minuman lainnya, jus jeruk juga memiliki risiko tertentu untuk kesehatan. Terlalu banyak minum jus jeruk dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada lapisan email gigi. Penelitian yang dilakukan oleh Yanfeng Ren, DDS, Ph.D., dosen dari Rochester Eastman Institute for Oral Health menemukan bahwa kandungan asam pada jus jeruk dapat mengikis enamel gigi sebesar 84 persen saat dikonsumsi setiap hari selama lima hari lamanya. (Baca : Obat Herbal Tumor Paru)

Jadi pilih yang mana, minum jeruk atau susu?

Pada dasarnya, susu atau jeruk sama-sama dapat melengkapi menu sarapan sehat Anda, walaupun keduanya tetap tidak bisa menggantikan nutrisi dari makanan. Menurut Dr. Ren, minum susu saat sarapan dinilai lebih baik ketimbang minum jeruk peras atau jus jeruk.

Ini karena susu mengandung lebih banyak kalsium yang baik untuk kesehatan gigi, terlebih untuk memperkuat enamel gigi dari kerusakan. Susu juga mengandung antioksidan yang juga banyak ditemukan pada jus jeruk. Hanya saja, susu rendah lemak (susu organik) mengandung 75 persen lebih banyak antioksidan beta-karoten, 50 persen lebih banyak vitamin E, 70 persen lebih banyak asam lemak omega-3, dan 2 sampai 3 kali lebih banyak antioksidan lutein dan zeaxanthin yang membantu menjaga kesehatan mata.

Bila Anda memang ingin mengonsumsi jeruk, sebaiknya makan buahnya langsung, tanpa diperas dulu atau dijus. Ini bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi jus jeruk, ya. Anda boleh, kok, sesekali minum jus jeruk saat sarapan. Akan tetapi, segera kumur-kumur dengan air setelah selesai minum jeruk untuk mencegah kerusakan enamel gigi.

Selain itu, jangan buru-buru menyikat gigi habis minum jeruk. Langsung sikat gigi setelah minum jeruk bisa semakin mengikis lapisan enamel yang sudah lunak. Jadi, tunggu sekitar 30 menit terlebih dahulu agar air liur dalam mulut bekerja dan membantu mengeraskan kembali lapisan gigi Anda. Barulah Anda wajib menyikat gigi dengan benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Baca Juga : Cara Mudah Untuk Mengatasi Hangover Setelah Clubbing

Mana Yang Lebih Tepat Untuk Sarapan, Susu Atau Jus Jeruk?